Analisis Penerapan Good Governance dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat pada Jenjang Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Kota Bandung

Detail Cantuman

Skripsi/Tesis

Analisis Penerapan Good Governance dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat pada Jenjang Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Kota Bandung

XML

Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) merupakan kebijakan pendidikan yang diselenggarakan untuk mengatur proses penerimaan murid secara adil, transparan, dan akuntabel. Dalam pelaksanaannya di Provinsi Jawa Barat, khususnya pada jenjang SMA Negeri di Kota Bandung, masih ditemukan berbagai permasalahan seperti ketimpangan antara daya tampung dan jumlah pendaftar, rendahnya pemahaman masyarakat terhadap mekanisme baru, perubahan kebijakan yang tidak konsisten, serta hambatan administratif yang memengaruhi kualitas penyelenggaraan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan good governance dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) pada jenjang SMA Negeri di Kota Bandung, mengidentifikasi hambatan penerapannya, serta merumuskan upaya perbaikan yang dapat dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, sedangkan keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan good governance secara umum telah berjalan, tetapi belum sepenuhnya optimal berdasarkan enam prinsip Agus Dwiyanto, yaitu partisipasi, transparansi, akuntabilitas, responsivitas, rule of law, serta efektivitas dan efisiensi. Partisipasi masih cenderung konsultatif, transparansi belum sepenuhnya dipahami secara merata, akuntabilitas substantif masih perlu diperkuat, responsivitas terhadap pengaduan belum optimal, kepastian proses dipengaruhi dinamika kebijakan, sedangkan efektivitas telah tercapai namun efisiensi masih belum optimal. Hambatan penerapan good governance meliputi keterbatasan partisipasi dan pemerataan informasi, kompleksitas koordinasi, dinamika kebijakan dan kuota, keterbatasan anggaran, serta monitoring yang belum menyeluruh. Oleh karena itu, diperlukan penguatan partisipasi masyarakat dalam perumusan kebijakan, transparansi mekanisme seleksi, pembagian kewenangan dan pertanggungjawaban, koordinasi antaraktor, kepastian regulasi, mekanisme pengaduan, serta monitoring dan evaluasi.


Detail Information

Item Type
Thesis
Penulis
Danti Miranti - Personal Name
Student ID
22110182
Dosen Pembimbing
Saekul Anwar, S.Pd., M.Si - - Dosen Pembimbing 1
Penguji
Kode Prodi PDDIKTI
Edisi
Published
Departement
Administrasi Pembangunan Negara
Kontributor
Bahasa
Indonesia
Penerbit Politeknik STIA LAN Bandung : Bandung.,
Edisi
Published
Subyek
No Panggil
Copyright
Doi

Lampiran Berkas

LOADING LIST...



Informasi


DETAIL CANTUMAN


Kembali ke sebelumnya  XML Detail